Even Alex Chandra, S.H

Pengacara di kantor Hukum Samora & Sekutu

Blog Hukum

(CONTOH) Gugatan Wanprestasi

Posted by Even Alex Chandra on December 5, 2012 at 11:15 PM



(Kota), (Tanggal)

 

 

Kepada :

Yang terhormat Ketua

Pengadilan Negeri (Lokasi Pengajuan Gugatan)

(Alamat Pengadilan Negeri)

 

Hal: Gugatan Wanprestasi

 

Dengan hormat,

 

 

Yang bertanda tangan di bawah ini :

 

(Nama-Nama Kuasa Hukum, Sesuai yang ada di Surat Kuasa Khusus)

 

Advokat dan Penasihat Hukum dari kantor hukum :

 

(Nama Kantor Hukum)

(alamat Kantor Hukum)

 

Berdasarkan Surat Kuasa Khusus No XXX tertanggal XXXXXXXXXXXXXX bertindak baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri atas nama :

 

(nama klien), beralamat di (alamat klien), RT/RW: xx/xx, Kelurahan xxxxx, Kecamatan xxxxxx, (kota), Dengan nomor KTP xxxxxxxxxxxxxxxx

Selanjutnya disebut sebagai…………………………………………..PENGGUGAT.

Dengan ini PENGGUGAT hendak mengajukan gugatan terhadap:

 

(Nama Tergugat) beralamat di (alamat tergugat)

Selanjutnya akan disebut………………………………………………TERGUGAT

 

Dengan ini PENGGUGAT akan mengajukan gugatan wanprestasi terhadap TERGUGAT yang selengkapnya diuraikan sebagai berikut :

1. (Uraian mengenai fakta hukum yang terjadi).

2. Bahwa PENGGUGAT telah melaksanakan kewajibannya secara penuh dengan cara (tindakan hukum dari PENGGUGAT yang menunjukkan bahwa dia telah melaksanakan kewajibannya dengan sempurna)

3. Bahwa TERGUGAT berjanji akan (uraian mengenai janji oleh TERGUGAT),

4. Bahwa hingga kini TERGUGAT belum(Uraian mengenai tindakan tergugat yang tidak menepati janji).

5. (isi dari perjanjian antara Penggugat dan Tergugat, yang berkaitan dengan pokok perkara):

“WANPRESTASI

a. Wanprestasi

i. xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx.

ii. xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx.

iii. xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx,”

 

kemudian menurut Pasal 1338 KUHPerdata berbunyi:

“Semua persetujuan yang dibuat sesuai dengan undang-undang berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya. Persetujuan itu tidak dapat ditarik kembali selain dengan kesepakatan kedua belah pihak, atau karena alasan-alasan yang ditentukan oleh undang-undang. Persetujuan harus dilaksanakan dengan itikad baik.”

 

maka telah nyatalah TERGUGAT telah melakukan tindakan WANPRESTASI

 

Wanprestasi berasal dari bahasa Belanda yang berarti prestasi buruk yang timbul dari adanya perjanjian yang dibuat oleh satu orang atau lebih dengan satu orang atau lebih lainnya (obligatoire overeenkomst) (lihat Pasal 1313 KUHPerdata). Wanprestasi dikategorikan ke dalam perbuatan-perbuatan sebagai berikut (Subekti, “Hukum Perjanjian”;):

a. Tidak melakukan apa yang disanggupi akan dilakukannya;

b. Melaksanakan apa yang dijanjikannya, tetapi tidak sebagaimana dijanjikan;

c. Melakukan apa yang dijanjikannya tetapi terlambat;

d. Melakukan sesuatu yang menurut perjanjian tidak boleh dilakukannya.

Prestasi adalah sesuatu yang dapat dituntut. Jadi dalam suatu perjanjian suatu pihak (biasanya kreditur/ berpiutang) menuntut prestasi pada pihak lainnya (biasanya debitur/ berutang). Menurut ps. 1234 KUHPer prestasi terbagi dalam 3 macam:

1. Prestasi untuk menyerahkan sesuatu (prestasi ini terdapat dalam ps. 1237 KUHPer);

2. Prestasi untuk melakukan sesuatu atau berbuat sesuatu (prestasi jenis ini terdapat dalam ps. 1239 KUHPer); dan

3. Prestasi untuk tidak melakukan atau tidak berbuat seuatu (prestasi jenis ini terdapat dalam ps. 1239 KUHPer).

PENGGUGAT dalam hal ini telah melaksanakan kewajibannya untuk melakukan prestasi yaitu (uraian mengenai kewajiban yang telah dilakukan oleh PENGGUGAT) kepada Para TERGUGAT, akan tetapi para TERGUGAT:

a. Tidak melakukan apa yang disanggupi akan dilakukannya;

b. (uraian mengenai tindakan Tergugat yang melakukan wanprestasi);

 

Apabila seseorang telah ditetapkan prestasi sesuai dengan perjanjian itu, maka kewajiban pihak tersebut untuk melaksanakan atau mentaatinya.

Apabila seseorang yang telah ditetapkan prestasi sesuai dengan perjanjian tersebut tidak melaksanakan atau tidak memenuhi prestasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, maka disbut orang tersebut melakukan wanprestasi.

PENGGUGAT telah dengan beritikad baik, melakukan sesuai isi perjanjian tersebut kepada para TERGUGAT. akan tetapi tidak ada itikad baik dari para TERGUGAT untuk membayar utang tersebut.

 

6. Bahwa akibat tindakan dari para TERGUGAT, PENGGUGAT telah mengalami kerugian yang amat besar yang terdiri dari:

 

Kerugian materiil:

Utang pokok sebesar Rp.xxxxxxxxxx(xxxxxxxxxxxx rupiah)

Bunga atas utang pokok sebesar xxxx%(xxxxxx Persen) per tahun sehingga bunga atas utang pokok sampai dengan diajukan gugatan ini adalah sebesar Rp.xxxxxxxx,- (xxxxxxxxxxxxxxx Rupiah) dengan perincian sebagai berikut x tahun tunggakan utang tersebut dikalikan dengan (xxxx% bunga atas utang tersebut dikalikan Rp.xxxxxxxxxxxxx,-)

Sehingga total kerugian materiil dari PENGGUGAT adalah sebesar Rpxxxxxxxxxxxxxxxxx,- (xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Rupiah) (atau bisa pula disebutkan kerugian imateriil lainnya)

 

Kerugian Imateriil:

Bahwa apabila uang sebesar Rp.xxxxxxxxxxxxxxx,- (xxxxxxxxxxxxx Rupiah) dibayarkan tepat waktu oleh para TERGUGAT dan kemudian uang tersebut setidak-tidaknya dimasukkan sebagai deposito di bank dimana bunga deposito bank rata-rata per tahun adalah 7%(Tujuh Persen) maka PENGGUGAT akan mendapatkan Bunga Deposito sebesar Rp.xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx (xxxxxxxxxxxxxxxxx Rupiah), dengan perincian sebagai berikut x tahun tunggakan utang tersebut dikalikan dengan (7% bunga deposito dikalikan Rp.xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx,-) (atau bisa pula disebutkan kerugian imateriil lainnya)

 

Bahwa pasal 1246 KUHPerdata menyatakan,

 

“biaya, ganti rugi dan bunga, yang boleh dituntut kreditur, terdiri atas kerugian yang telah dideritanya dan keuntungan yang sedianya dapat diperolehnya”.

 

Maka sudah tepatnya tindakan PENGGUGAT untuk mengajukan ganti rugi atas tindakan para TERGUGAT yang telah sengaja melakukan tindakan WANPRESTASI

Prof. R. Subekti, S.H., dalam bukunya ”Pokok-Pokok Hukum Perdata” menyatakan bahwa yang dimaksud dengan ganti rugi adalah terdiri dari tiga unsur, yaitu biaya, rugi, dan bunga. Biaya adalah segala pengeluaran yang nyata-nyata sudah dikeluarkan oleh satu pihak. Rugi adalah kerugian karena kerusakan barang-barang milik kreditur yang diakibatkan oleh kelalaian debitur. Bunga adalah kerugian yang berupa kehilangan keuntungan yang sudah dibayangkan atau dihitung oleh kreditur. Jadi, dalam gugatan wanprestasi, anda dimungkinkan untuk menuntut ganti rugi atas kelalaian debitur memenuhi kewajibannya, selain menuntut pemenuhan kewajiban tersebut.

 

7. Bahwa, terhadap wanprestasi yang telah dilakukan oleh TERGUGAT tersebut, dan untuk menjaga kepentingan hukum PENGGUGAT, maka dengan ini PENGGUGAT memohon agar Ketua Pengadilan Negeri Tangerang menyatakan bahwa TERGUGAT telah melakukan wanprestasi;

 

8. Bahwa, agar gugatan ini tidak illusoir, kabur dan tidak bernilai, dan demi menghindari usaha TERGUGAT untuk mengalihkan harta kekayaannya kepada pihak lain, maka PENGGUGAT mohon agar dapat diletakan sita jaminan (Conservatoir Beslag) terhadap:

 

a. XXXXXXXXXXXXXXXXXX (benda benda kepunyaan tergugat baik bergerak maupun tidak bergerak) milik TERGUGAT;

 

 

9. Bahwa PENGGUGAT juga mohon agar putusan perkara ini dapat dijalankan lebih dahulu (iut voerbaar bij voorraad) meskipun ada upaya banding, kasasi maupun verzet;

 

10. Bahwa untuk menjamin pelaksanaan putusan, maka wajar jika PENGGUGAT mohon kepada Ketua Pengadilan Negeri Tangerang untuk menetapkan uang paksa (dwangsom) sebesar Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah) perhari yang harus dibayar para TERGUGAT bila lalai dalam melaksanakan putusan ini yang telah berkekuatan hukum tetap;

 

11. Bahwa oleh karena TERGUGAT merupakan pihak yang bersalah dalam perkara ini, wajar apabila kepadanya dibebani untuk menanggung seluruh biaya yang timbul dalam perkara ini.

 

Menurut pasal 1267 KUHPerdata, kreditur dapat memilih beberapa kemungkinan tuntutan/gugatan di depan hakim sebagai berikut:

1) Pemenuhan perikatan.

2) Pemenuhan perikatan dengan ganti kerugian.

3) Ganti kerugian

4) Pembatalan perjanjian timbal balik.

5) Pembatalan dengan ganti kerugian.

 

 

Maka berdasarkan segala apa yang terurai di atas, PENGGUGAT mohon dengan hormat sudilah kiranya Pengadilan Negeri Tangerang berkenan memutuskan:

 

PRIMAIR:

 

1. Menerima gugatan PENGGUGAT

2. Mengabulkan gugatan PENGGUGAT untuk keseluruhan

3. Menyatakan sah dan berharga sita jaminan tersebut diatas sesuai pasal 227 HIR.

4. Menghukum Tergugat untuk membayar ganti kerugian secara tunai dan dan seketika kepada Penggugat sesuai pasal 1243 BW.

“Penggantian biaya, kerugian dan bunga karena tak dipenuhinya suatu perikatan mulai diwajibkan, bila debitur, walaupun telah dinyatakan lalai, tetap lalai untuk memenuhi perikatan itu, atau jika sesuatu yang harus diberikan atau dilakukannya hanya dapat diberikan atau dilakukannya dalam waktu yang melampaui tenggang waktu yang telah ditentukan.”

 

Yang terdiri dari:

a. Utang pokok sebesar Rp.xxxxxxxxxxxx,- (xxxxxxxxxxxxx Rupiah)

b. Bunga atas utang pokok sebesar xxxxx%(xxxxxxxxxxxxxxx) per tahun sehingga bunga atas utang pokok sampai dengan diajukan gugatan ini adalah sebesar Rp.xxxxxxxxxxxxxxx,- (xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Rupiah) dengan perincian sebagai berikut x tahun tunggakan utang tersebut dikalikan dengan (xxxxx% bunga atas utang tersebut dikalikan utang pokok sebesar Rp.xxxxxxxxxxxxxxxxxx,-)

 

Sehingga total utang dari TERGUGAT adalah sebesar Rpxxxxxxxxx,- (xxxxxxxxxxxxxxxx Rupiah).

 

5. Menghukum Tergugat untuk menganti Kerugian imateriil yang diderita PENGGUGAT yang sesuai uraian berikut ini:

Bahwa apabila uang sebesar Rp.xxxxxxxxxxxxxxxx,- (xxxxxxxxxxxxxx Rupiah) dibayarkan tepat waktu oleh para TERGUGAT dan kemudian uang tersebut setidak-tidaknya dimasukkan sebagai deposito di bank dimana bunga deposito bank rata-rata per tahun adalah 7%(Tujuh Persen) maka PENGGUGAT akan mendapatkan Bunga Deposito sebesar Rp.xxxxxxxxxxxxx (xxxxxxxxxxxxx Rupiah), dengan perincian sebagai berikut x tahun tunggakan utang tersebut dikalikan dengan (7% bunga deposito dikalikan Rp.xxxxxxxxxxxxxx,-)

6. Menghukum TERGUGAT untuk membayar biaya perkara ini

 

7. Menyatakan putusan ini dapat dijalankan lebih dahulu (uitVoerbaar bij voerraad) meskipun ada upaya hukum verzet atau banding.

 

8. Menghukum para TERGUGAT menurut hukum untuk membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah) perhari yang harus dibayar para TERGUGAT bila lalai dalam melaksanakan putusan ini yang telah berkekuatan hukum tetap;

 

 

ATAU,

Apabila yang terhormat Majelis Hakim yang mengadili perkara ini berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya menurut hukum yang baik dan benar ( ex aequo et bono );

 

Demikian gugatan dari PENGGUGAT dan atas berkenannya Ketua / Anggota Majelis Hakim Pengadilan xxxxxx yang mengadilinya, diucapkan terimakasih;

 

Hormat kami

Kuasa Hukum PENGGUGAT

 

 

Xxxxxxxxxxxxxxx, S.H

 

Categories: Gugatan

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

0 Comments