Even Alex Chandra, S.H

Pengacara di kantor Hukum Samora & Sekutu

Blog Hukum

Pengampuan

Posted by Even Alex Chandra on August 25, 2010 at 1:42 AM

Bagi yang berkeinginan untuk mengunduh versi PDF dari tulisan ini dapat diunduh disini


A. Definisi dan Dasar Hukum.

Pengampuan atau dikenal juga dengan curatele adalah keadaan di mana seseorang karena sifat-sifat pribadinya dianggap tidak cakap atau tidak di dalam segala hal cakap untuk bertindak di dalam lalu lintas hukum[1].


Pengampuan pada dasarnya ditujukan untuk melindungi pihak yang tidak cakap,dengan melakukan pengurusan pribadi dan harta kekayaan pihak tersebut[2]


Dasar hukum dari pengampuan adalah Kitab Undang-Undang Hukum Perdata bab XVII pasal 433 yang kemudian diturunkan dalam pasal 434-461. Adapun pasal 433 menyatakan:


"Setiap orang dewasa, yang selalu berada dalam keadaan dungu, gila atau mata gelap, harus ditempatkan di bawah pengampuan, sekalipun ia kadang-kadang cakap menggunakan pikirannya. Seorang dewasa boleh juga ditempatkan di bawah pengampuan karena keborosan"


Dungu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sangat tumpul otaknya; tidak cerdas; bebal; bodoh[3];


Gila menurut KamusBesar Bahasa Indonesia adalah :sakit ingatan (kurang beres ingatannya);sakit jiwa (sarafnya terganggu atau pikirannya tidak normal): ia menjadi --krn menderita tekanan batin yg sangat berat[4];


Mata gelap menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah: tidakdapat berpikir terang; mengamuk (krn marah sekali); gelap mata[5]


Boros menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah berlebih-lebihan dl pemakaian uang, barang,dsb: orang yg hidupnya -- tak akan menjadi kaya[6]


B.  Yang dapat memintakan Pengampuan[7].

Dalam hal seorang sakit ingatan, tiap anggota keluarga berhak untuk memintakancuratele itu, sedangkan terhadap seorang yang mengobralkan kekayaannya,permintaan itu hanya dapat dilakukan oleh anggota-anggota keluarga yang sangat dekat saja. Dalam kedua hal itu seorang suami atau istri selalu dapat memintakan curatele terhadap istri atau suaminya.


Selanjutnya diterangkan, bahwa seorang yang merasa dirinya kurang cerdas pikirannyasehingga tidak mampu untuk mengurus sendiri kepentingan-kepentingannya, dapat juga mengajukan permohonan supaya ia ditaruh di bawah curatele. Dalam hal seorang yang menderita sakit ingatan, hingga membahayakan umum, jaksa diwajibkan meminta curatele bila ternyata belum ada permintaan dari sesuatu pihak.

 

 

C. Pengampu.

Permohonan pengampuan dapat dilakukan kepada pengadilan negeri yang wilayah yurisdiksinya meliputi tempat tinggal dari pihak yang akan dimohonkon untuk diletakkan dalam pengampuan. Setelah kemudian permohonan pengampuan tersebut dikabulkan oleh pengadilan negeri dan berkekuatan hukum tetap, selanjutnya pengadilan negeri akan mengangkat seorang pengampu yang bertugas mengurus pribadi dan harta kekayaan pihak yang akan diletakkan dibawah pengampuan.


Pengampu adalah orang yang diangkat oleh Pengadilan untuk mewakili dan bertindak sebagai pemegang kuasa dari orang yang berada dalam pengampuan (curatele) karena misalnya sakit ingatan atau sangat terkebelakang pertumbuhan jiwanya[8].

 

D. Akibat hukum Pengampuan[9].

Akibat hukum pengampuan:

1.      Ia sama dengan orang yang belum dewasa (psl 452 (1))

2.      Perbuatannya–batal demi hukum (psl 446 (2))


Pengecualian:

- Bagi pemboros – boleh membuat surat wasiat (Psl 446 (3)); bisa melangsungkanperkawinan dan membuat perjanjian kawin yang dibantu oleh pengampu (Psl 452(2))

 

 

 

E. Berakhirnya Pengampuan[10]:

Pengampuan berakhir jika sebab-sebab pengampuan sudah hilang (psl 460); danbila curandus (orang yang dibawah pengampuan-pen)meninggal dunia.


[1]Pengampuan, syarat dan prosedurnya,  www.advokatku.blogspot.com/2010/03/pengampuan-syarat-dan-prosedurnya.html, ditelusuri tanggal 25 Agustus 2010

[2] Hukum Keluarga dan Waris curatele(pengampuan) dan kepailitan, www.202.153.129.35/klinik/detail/cl6790, ditelusuri tanggal 25 Agustus 2010

[3]www.pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php,ditelusuri tanggal 25 Agustus 2010

[4] www.pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php, ditelusuri tanggal 25 Agustus 2010

[5]www.pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php,ditelusuri tanggal 25 Agustus 2010

[6] www.pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php, ditelusuritanggal 25 Agustus 2010

[7]Subekti,  Pokok-Pokokhukum perdata, Intermasa, Jakarta, 2005, hlm 56

[8] Nuh, Muhammad , KLINIS HUKUM BIDANGPERDATA (ACARA PERDATA ) BAGIAN I, Fakultas Hukum Universitas Sumatra Utara

[9] Wahyuni,sri, materi kuliah hukum perdata ,www.sriwahyuni-suka.blogspot.com/2010/03/materi-kuliah-hukum-perdata.html[10]ibid

 

 


Categories: None

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

4 Comments

Reply bunda
10:28 PM on December 20, 2010 
jika anak menjadi pengampu dari ibunya yang sakit jiwa bagimana prosedurnya....

jika sudah pernah mengurus surat pengampu 10 tahun yang lalu apakah masih berlaku hingga saat ini
Reply Even Alex Chandra
5:23 AM on December 21, 2010 
Menjawab pertanyaan bunda, saya akan memberikan jawaban sebagai berikut.:

Untuk menjadi seorang pengampu, diperlukan adanya penetapan pengadilan. prosenya adalah:
1. Mengajukan permohonan untuk meletakkan Ibu anda di bawah pengampuan pada Pengadilan Negeri setempat dimana Ibu yang sakit jiwa itu berdomisili

2. Setelah permohonan diterima. Akan dikeluarkanlah suatu penetapan pengadilan yang berkekuatan hukum, isi dari ketetapan pengadilan tersebut adalah :meletakkan ibu yang sakit jiwa tersebut di bawah pengampuan. termasuk di dalamnya siapa yang akan menjadi kurator(pengampu)

Kemudian ada beberapa hal yang mengusik saya dan ingin saya tanyakan yaitu:
1. Surat pengampu 10 tahun lalu yang ibu maksud itu apa?ketetapan pengadilan kah?

2. Bila memang itu adalah bentuknya ketetapan pengadilan. seharusnya tidak perlu lagi dimintakan ketetapan ulang atas perkara yang sama dalam hal ini si ibu yang sakit jiwa. agar tidak terjadi nebis in idem(suatu perkara yang sama, diadili sekali lagi). untuk apa bunda mau membuat pengampuan yang baru? Apa tujuannya?

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas lagi. Bunda dapat datang ke kantor saya untuk menghubungi saya secara pribadi. Berikut ini adalah alamat kantor saya:

Kantor Hukum SAMORA & SEKUTU
Advocates & Legal Consultants
Jl. Jend Ahmad Yani No 34.
Pisangan Timur 13230
Jakarta Timur ? Indonesia
Telp: +6221-47862036
Fax: +6221-47862036

Bunda juga dapat melihat website dari kantor saya di www.samoradansekutu.webs.com

Bunda pun dapat menghubungi saya di 021-95652324, ataupun di 08998985693

Semoga jawaban saya bisa membantu bunda mengerti lebih jelas lagi tentang pengampuan. Terima Kasih

P.S saya akan kirimkan tembusan jawaban ini ke email ibu. Terima Kasih
Reply DYAH
4:55 AM on August 7, 2012 
Dear Pak Even,

Pak mohon bantuan informasinya mengenai kelengkapan /surat-surat yang di butuhkan untuk pengurusan surat pengampuan apabila suami mengalami gangguan mental....
kami tunggu informasinya.
atas perhatiannya kami sampaikan terima kasih.

salam,
Dyah
Reply anggri
11:26 PM on July 3, 2013 
bias minta alamat email pak? mau Tanya lewat e mail saja